Harianposlampung- Musim penghujan yang terjadi dibeberapa bulan terakhir merugikan petani selain menyebabkan banjir, kondisi hujan juga membuat hasil panen padi sulit untuk keringkan.
Dampak musim hujan belakangan ini juga membuat sebagian aktivitas warga terganggu, terutama bagi petani padi yang saat ini sedang memasuki musim panen, sabtu (20/04/2024)
Sulitnya mengeringkan gabah hasil panen yang akibatnya petani harus ekstra dalam memanfaatkan cuaca agar mereka bisa mengeringkan hasil panennya.
Salah satu petani di kampung mekar indah jaya kecamatan banjar baru kabupaten tulang bawang yatno saat ditemui awak media dilapangan mengatakan sulitnya mengeringkan gabah hasil panen kali ini mas,karena hujan yang terus-menerus, hal itu membuat kualitas gabah menjadi jelek. Tetapi mau gak mau ya bagaimana lagi..? kurangnya panas saat menjemur membuat gabah sulit kering dan menjadi lembab
kami jemur padi pagi-pagi, karena biasanya cuaca cerah. Kalau siang dan sore sering turun hujan,”ujarnya
“Namun jika pagi hari sudah mulai mendung dan turun hujan, dirinya terpaksa menunda menjemur gabah hingga cuaca cerah. Karena seringnya hujan, terkadang gabah tidak semua dapat kering.
“panen padi kali ini terjadi di musim hujan sehingga proses pengeringan gabah tidak stabil karena cuaca tidak menentu. “Proses pengeringannya ini sebenarnya sebentar kalau cuaca cerah saja. Sehari sudah bisa kering. Tapi kalau kadang mendung dan hujan proses pengeringan jadi lama, apalagi padi yang baru dipanen keadaannya masih basah”jelasnya


































